Rencana Wisata Waktu dengan “Mesin Waktu”

Rencana Wisata Waktu dengan “Mesin Waktu”

November 15, 2019

buku Timeline (Mesin Waktu) (dokumentasi pribadi)

Adakah yang suka menonton drama Korea? Ada yang pernah menonton drama Korea Legend of the Blue Sea yang dibintangi oleh Lee Min Ho dan Jun Ji Hyun?

Cerita dari drama ini adalah tentang kisah cinta laki-laki dan seorang putri duyung. Dulu, ada seorang bangsawan Joseon (Korea jaman dulu) bernama Kim Dam Ryeong yang jatuh cinta dengan seekor putri duyung bernama Se Hwa. Namun cinta mereka tersandung oleh orang-orang jahat dan serakah yang ingin mengambil keuntungan dari Se Hwa. Keduanya kemudian dilahirkan kembali pada tahun 2016 sebagai Hoe Joon Jae dan Sim Cheong.

Yang menarik dari cerita ini, antara Dam Ryeong dan Joon Jae, yang seharusnya terpisah ruang dan waktu yang sangat jauh, bisa saling berkomunikasi melalui mimpi. Joon Jae memimpikan Dam Ryeong yang sedang menyelamatkan Se Hwa.

Dam Ryeong pun memimpikan Joon Jae sehingga dia bisa melihat Joon Jae yang sedang mencari informasi tentang Dam Ryeong, Dam Ryeong jadi tahu kapan dia meninggal sesuai dengan catatan yang ada di perpustakaan. Untuk memberi peringatan pada Joon Jae tentang orang jahat, Dam Ryeong mengubur lukisan dirinya di rumah ibunya. Lukisan tersebut kemudian ditemukan oleh arkeolog dan dipajang di museum sehingga Joon Jae bisa membaca pesannya.

Adegan ini mengingatkanku pada sebuah buku berjudul Timeline yang ditulis oleh Michael Crichton. Ini buku lama banget. Diterjemahkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2000 dengan judul Mesin Waktu. Sembilan belas tahun yang lalu. Ada sebuah adegan dalam buku itu ketika seorang profesor yang pergi ke masa lalu memberi pesan pada teman-temannya di masa modern yang sedang melakukan sebuah penggalian. Perjalanan lintas waktu sepertinya memang materi yang menarik untuk dibuat cerita.

Cerita dalam novel Timeline ini lebih serius daripada kisah cinta bangsawan dengan putri duyung yang tidak sampai lalu mereka lahir kembali untuk menyelesaikannya menjadi kisah cinta yang bahagia. Bukannya menyepelekan kisah cinta. Betul, cinta itu perkara yang serius. Tapi gimana yah?

Jadi, di novel ini, seorang ahli fisika dan pengusaha bernama Robert Doniger membuat perusahaan bernama ITC. Salah satu yang sedang dikembangkan oleh perusahaan ini adalah mesin waktu. Dengan mesin itulah, beberapa orang mencoba melakukan perjalanan waktu. Bukan lewat mimpi atau sesuatu yang nampak mustahil untuk dilakukan berulang.

Cerita utamanya adalah tentang perjalanan sekelompok mahasiswa paska sarjana yang pergi ke Prancis abad 13 untuk menyelamatkan profesor mereka yang terjebak di sana. Namun cerita ini dimulai dengan keanehan dari seorang pegawai ITC yang tiba-tiba muncul dan meninggal di kawasan padang pasir di Arizona. Dari situlah sedikit demi sedikit terkuak apa yang sedang disembunyikan oleh ITC, apa yang sedang mereka kembangkan, dan apa yang sebenarnya terjadi.

Premis ceritanya menarik sih, buat aku. Adegan-adegannya ditulis dengan mencekam dan akhir ceritanya dramatis. Nggak ketebak aja cerita dari bab ke babnya. Buku ini jadi sulit untuk ditaruh kalau belum sampai halaman terakhir. Kalau belum bosan membaca penjelasan-penjelasan ilmiahnya tentang fisika quantum. Tapi aku menikmati kok ceritanya. Seru!

Ada banyak tokoh di dalam novel ini. Orang-orang ITC, para mahasiswa paska sarjana, dan orang-orang abad ke 13. Jadi, waspadalah saat membacanya. Hahaha. Walaupun begitu, setiap orang memiliki karakternya sendiri-sendiri. Kalau aku yang baca sih, enggak kebingungan.

Dengan banyaknya referensi yang penulis tuliskan di halaman terakhir buku ini, aku merasa diyakinkan bahwa memang seperti di cerita ini yang terjadi di Prancis abad ke 13. Dan yang pasti, aku merasa diyakinkan bahwa mesin waktu bukanlah omong kosong. Tapi apa yah?

Maksudku, segenting apa sehingga kita perlu mengunjungi masa lalu? Memang sih, tujuan dari sejarah adalah untuk menjelaskan apa yang terjadi di sini hari ini. Seperti di drama Korea Legend of the Blue Sea, Joon Jae mengorek-ngorek keterangan tentang Dam Ryeong sehingga dia tahu apa penyebab hal-hal yang terjadi di hidupnya.

Tapi gimana yah?

Ada satu hal menarik yang aku tangkap dari buku Timeline ini. Ini menjawab pertanyaan mengapa orang-orang kaya yang suka berbisnis berinvestasi untuk menemukan mesin waktu. Dalam novel ini, Doniger, pemilik ITC, mengatakan, “di abad lain, manusia ingin diselamatkan, dibebaskan atau dididik. Tapi abad ini, manusia ingin dihibur. Wisata masa lalu akan menjadi hiburan yang luar biasa.”

Aku jadi agak ngeri dengan para pengusaha ini.

Data Buku

Judul: Timeline (Mesin Waktu)

Penulis: Michael Crichton

Edisi bahasa Indonesia diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun 2000

Tebal: 678 halaman

sumber : Meita Eryanti

sumber : https://www.kompasiana.com/meitaeryanti/5dce1fec097f366a9076e3b2/rencana-wisata-waktu-dengan-mesin-waktu?page=all

Recent comments

Pembahasan dalam artikel ini terlalu terbagi, sehingga fokus artikelnya menjadi tidak jelas.

Reply

Give your comment Here.

*
*
*

Categories